Curcumin-02

Kurkumin merupakan senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman di Indonesia utamanya yang termasuk dalam keluarga Zingirberaceae yaitu rimpang kunyit. Senyawa aktif yang terkenal dengan warna khas kuning ini telah diketahui akan kebermanfaatannya di banyak sektor kesehatan oleh masyarakat luas. 

Dilansir dari berbagai jurnal, kurkumin memiliki manfaat diantaranya sebagai “anti kanker, anti peradangan, penguat sistem imun, anti penuaan,” dan lain-lain. Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, eksplorasi dan metode pemrosesan kurkumin terus dilakukan. Salah satu metode yang mendapat banyak perhatian dari berbagai akademisi maupun professional diberbagai belahan dunia adalah penggunaan aplikasi nanoteknologi.

Konsep Penelitian Laboratorium untuk riset nano curcumin
Konsep Penelitian Laboratorium untuk riset nano curcumin

Nanoteknologi merupakan ilmu yang berfokus pada rekayasa materi pada skala nanometer (10-9). Pemanfaatan nanoteknologi telah dipakai di berbagai bidang baik bersumber dari material organik maupun anorganik. 

Besarnya perhatian dari berbagai pihak dalam upaya pemanfaatan nanoteknologi ini tentu didasari atas ragam manfaat dari nanoteknologi itu sendiri. Pada bidang kesehatan, nanoteknologi berperan dalam meningkatkan sifat fisikokimia dan aktivitas biologi dari materi yang dibuat. Salah satu contoh yang didapat dari sifat tersebut adalah mudahnya materi berukuran nano untuk masuk/diserap ke dalam sel sehingga memberikan efikasi yang jauh lebih baik dibanding materi berukuran yang lebih besar.

Kurkumin sebagai salah satu bahan herbal primadona menjadi salah satu sasaran yang diaplikasikan menggunakan teknologi nanopartikel. Dengan didukung sifat-sifat material yang lebih baik dibanding kurkumin biasa, tentu dapat menjadikan kurkumin nanopartikel sebagai bahan herbal dengan kualitas yang lebih terjamin.

Curcumin ekstrak
Curcumin ekstrak

Apa saja sifat dasar material dari “nanokurkumin” yang lebih baik dibanding kurkumin biasa? Berikut diantaranya:

1. Peningkatan Bioavaibilitas/Ketersediaan Obat Dalam Tubuh

Aplikasi teknologi nanopartikel pada kurkumin dapat meningkatkan tingkat bioavaibilitas saat kurkumin masuk dalam sirkulasi darah dibanding kurkumin biasa. Rendahnya bioavaibilitas zat aktif merupakan salah satu kendala umum bagi material kandidat pengobatan dalam dunia medis. Hal ini dapat diakibatkan oleh sifat material yang rapuh atau kondisi fisiologis dalam tubuh. Dengan bioavaibilitas yang tinggi, nanokurkumin dapat memberikan efek yang lebih baik karena pada umumnya semakin tinggi ketersediaan zat aktif dalam sirkulasi darah yang dapat mencapai target maka semakin tinggi pula efikasi yang didapat.

2. Adanya Muatan Permukaan Material 

Muatan permukaan material yang berukuran nanopartikel dapat memberikan pengaruh pada target tertentu seperti organisme yang berukuran kecil (mikroorganisme). Dari sebuah jurnal yang dipublikasikan pada tahun 2017, proses nanopartikel pada kurkumin telah memberikan muatan positif dari nanokurkumin. Adanya muatan ini dapat berinteraksi lebih kuat terhadap bakteri tertentu sehingga berpotensial sebagai agen antimikroba yang lebih baik.

3. Peningkatan Permeabilitas/Penetrasi Terhadap Target

Pembuatan material untuk kesehatan sebagai zat aktif dengan ukuran nanopartikel membuat zat aktif tersebut lebih mudah untuk mencapai target yang memiliki barrier tertentu seperti kanker. Sel kanker merupakan sel yang mengalami pembelahan tidak terkontrol dan untuk menargetkan target dalam sel kanker tidak lah mudah. 

Hal tersebut dikarenakan untuk mencapai sel kanker diperlukan untuk masuk ke dalam pori-pori pembuluh darah yang berukuran diameter kurang dari 1 µm. Penghalang tersebut tentu dapat lebih mudah untuk dilalui jika material zat aktif berukuran nanopartikel. Selain itu, formulasi nanokurkumin juga dapat dimanfaatkan untuk terapi otak. 

Otak merupakan organ di dalam manusia yang memiliki barrier/pembatas, sehingga tidak semua partikel dapat sampai ke jaringan otak. Sebuah penelitian pada tahun 2013 di India berhasil memformulasikan nanokurkumin sebagai zat aktif yang dapat melewati barrier pada otak untuk memberikan terapi pada gangguan serebrum otak. 

Dengan adanya nanocurcumin ini banyak yang bisa dijadikan produk-produk unggulan terutama untuk “obat tradisional modern.”

Nanocurcumin juga bisa menjadi bahan baku tunggal atau bahan baku yang di kembangkan dengan bahan baku lainnya yang akan mempercepat efek dari penyembuhan dan perawatan tubuh manusia.

Referensi:

Chang PY, Peng SF, Lee CY, Lu CC, Tsai SC, Shieh TM, Wu TS, Tu MG, Chen MY, Yang JS. Curcumin-loaded nanoparticles induce apoptotic cell death through regulation of the function of MDR1 and reactive oxygen species in cisplatin-resistant CAR human oral cancer cells. Int J Oncol. 2013 Oct;43(4):1141-50. doi: 10.3892/ijo.2013.2050.

Karthikeyan A, Senthil N and Min T (2020) Nanocurcumin: A Promising Candidate for Therapeutic Applications. Front. Pharmacol. 11:487. doi: 10.3389/fphar.2020.00487

Kakkar V, Muppu SK, Chopra K, Kaur IP. Curcumin loaded solid lipid nanoparticles: an efficient formulation approach for cerebral ischemic reperfusion injury in rats. Eur J Pharm Biopharm. 2013 Nov;85(3 Pt A):339-45. doi: 10.1016/j.ejpb.2013.02.005.

Khasanah F, Husni P. (2017). Review: Nanopartikel Kurkumin Solusi Masalah Kanker dan Antibakteri. Farmaka. 2017, 14(2), 172-181. doi: http://dx.doi.org/10.24198/jf.v14i2.10825.

Ma Z, Shayeganpour A, Brocks DR, Lavasanifar A, Samuel J. High-performance liquid chromatography analysis of curcumin in rat plasma: application to pharmacokinetics of polymeric micellar formulation of curcumin. Biomed Chromatogr. 2007 May;21(5):546-52. doi: 10.1002/bmc.795.

No DS, Algburi A, Huynh P, Moret A, Ringard M, Comito N, Chikindas ML. Antimicrobial efficacy of curcumin nanoparticles against Listeria monocytogenes is mediated by surface charge J. Food Saf. 2017, 37(4), e12353. doi:10.1111/jfs.12353.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

EnglishIndonesia