Jakarta, 1 September 2026 — PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) menjajaki kerja sama strategis dengan NanoMalaysia dalam pengembangan teknologi baterai berbasis nanoteknologi untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.
Kolaborasi Indonesia–Malaysia ini diarahkan untuk memperkuat kapabilitas riset dan rekayasa teknologi sekaligus membuka peluang bagi NANO untuk mengambil bagian lebih besar dalam rantai nilai industri baterai di kawasan ASEAN.
Ruang lingkup kerja sama yang tengah didalami mencakup penelitian dan rekayasa nanomaterial, pengembangan graphene untuk material elektroda, pembuatan prototipe sel dan paket baterai, pengujian serta validasi teknologi, transfer teknologi, hingga peluang produksi skala percontohan dan komersialisasi.
Dari Riset Menuju Bisnis Industri
Bagi NANO, penjajakan ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan sebuah produk baterai, tetapi juga menjadi bagian dari strategi untuk membawa kemampuan riset, rekayasa material, dan kekayaan intelektual menuju sektor industri bernilai tambah tinggi.
“Targetnya bukan sekadar menghasilkan prototipe, melainkan mengubah kekuatan penelitian dan kekayaan intelektual menjadi bisnis industri yang terukur dan dapat dikembangkan,” ujar Presiden Direktur PT Nanotech Indonesia Global Tbk, Suryandaru.
Menurut Suryandaru, Indonesia memiliki peluang untuk memainkan peran yang lebih besar dalam perkembangan industri baterai dan kendaraan listrik. Tidak hanya sebagai pemasok bahan mentah atau pasar produk akhir, tetapi juga melalui penguasaan rekayasa material, formulasi, validasi teknologi, proses produksi, hingga kekayaan intelektual.
Membuka Peluang Bisnis Baru
Penjajakan bersama NanoMalaysia juga berpotensi membuka berbagai peluang bisnis baru bagi NANO, mulai dari jasa penelitian dan rekayasa material, pengujian dan validasi, lisensi teknologi dan kekayaan intelektual, hingga produksi serta pasokan material maupun sistem baterai.
Langkah ini sejalan dengan upaya NANO dalam mendorong hilirisasi hasil riset nanoteknologi menjadi solusi industri yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Melalui kolaborasi lintas negara ini, NANO berharap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem baterai, kendaraan listrik, dan penyimpanan energi di kawasan ASEAN, sekaligus mendorong terciptanya industri berbasis teknologi yang semakin kompetitif.
Penjajakan kerja sama masih berada dalam tahap kajian dan pengembangan. Implementasi lebih lanjut akan bergantung pada hasil kajian teknis, pengujian, sertifikasi, pendanaan, serta penyelesaian perjanjian definitif sebelum memasuki tahap komersialisasi.