Tangerang Selatan, 20 Oktober 2026 – PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) menyiapkan langkah besar untuk memperluas kehadiran teknologi Indonesia di Timur Tengah. Melalui penguatan kemitraan di Arab Saudi, NANO siap menindaklanjuti rencana pendirian perusahaan subsidiari atau anak usaha serta Nano Center sebagai pusat riset dan teknologi aplikatif. Agenda ini membuka arah baru bagi komersialisasi inovasi dan keahlian Indonesia di pasar internasional.
Dalam kerja sama air minum beroksigen dan herbal center yang telah disepakati, NANO mengambil peran khusus sebagai penyedia teknologi dan pendampingan tenaga ahli atau expert. Kebutuhan pendanaan, fasilitas, serta sumber daya operasional disediakan atau diupayakan oleh Smart Desert Agriculture Co. Ltd. sebagai mitra di Arab Saudi.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut kemitraan NANO dan Smart Desert yang telah dituangkan dalam Partnership Agreement di Riyadh pada 9 Oktober 2023. Kesinambungan hubungan ini diperkuat melalui General Cooperation Agreement untuk pengembangan air minum beroksigen dan pendirian herbal center di Arab Saudi.
Pertemuan tindak lanjut kerja sama dihadiri Prof. Nabil Yasin Al Kurashi, President Director Smart Desert Agriculture Co. Ltd., bersama Syaikh Faiz Al Kurashi. Hadir pula Suryandaru, Direktur Utama PT Nanotech Indonesia Global Tbk, serta Prof. Nurul Taufiqu Rochman.
Turut hadir Habib Schehan, Komisaris PT Nanotech Investama Sedaya (PT NIS); Henry F Yusuf, Chief of Investment, Capital Market and Strategic Business PT Nanotech Indonesia Global Tbk; serta Dr. Saad Abu Anshari, Direktur R&D Global Innovation.
Nano Center Disiapkan sebagai Basis Riset dan Teknologi Aplikatif
Rencana Nano Center menjadi salah satu agenda utama dalam arah ekspansi NANO. Pusat ini diproyeksikan mempertemukan kemampuan riset Indonesia dengan kebutuhan penerapan teknologi di Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah. Orientasinya adalah pengembangan solusi yang dapat digunakan oleh industri serta mendukung lahirnya produk dan layanan berbasis teknologi.
Melalui pendampingan tenaga ahli, kemampuan ilmiah dan pengalaman teknis Indonesia diharapkan dapat berperan langsung dalam pengembangan proyek bersama mitra setempat. Nano Center diarahkan menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat hubungan antara penelitian, pengembangan teknologi, dan penerapan komersial.
Rencana pendirian anak usaha di Arab Saudi juga menjadi bagian dari persiapan memperluas kehadiran bisnis NANO. Arah pengembangan perusahaan subsidiari ke kawasan Timur Tengah akan mengikuti kesiapan kemitraan dan proyek. Struktur usaha, pembagian peran, serta kebutuhan pelaksanaan anak usaha dan Nano Center akan dituangkan dalam pengaturan tersendiri.
Air Beroksigen dan Herbal Center Jadi Fokus Kerja Sama
Air minum beroksigen dan herbal center menjadi dua fokus konkret dalam perjanjian lanjutan. Kerja sama mencakup pengembangan serta komersialisasi air minum beroksigen di Arab Saudi, sekaligus pendirian herbal center dengan kegiatan riset yang disepakati, ekstraksi, formulasi, pengendalian mutu, pengembangan produk, dan pelatihan.
Kedua proyek tersebut memberi arah penerapan yang jelas bagi teknologi NANO. Pengembangan produk minuman dan herbal membuka ruang kolaborasi yang mempertemukan kemampuan teknologi, kesiapan fasilitas, dan kebutuhan pemasaran lokal.
Kemitraan induk sejak 2023 juga mencakup pengolahan air, pertanian dan akuakultur, serta produk berbahan minyak zaitun. Ruang lingkup tersebut menjadi landasan untuk menilai peluang proyek berikutnya secara bertahap sesuai kebutuhan dan kesepakatan para pihak.
Teknologi dan Pendampingan Ahli Menjadi Kontribusi NANO
Pembagian peran dalam dua proyek yang telah disepakati menempatkan NANO hanya sebagai penyedia teknologi dan pendampingan tenaga ahli. Kontribusi NANO meliputi hak penggunaan teknologi dan layanan teknis, termasuk pendampingan serta pelatihan, sesuai kesepakatan tertulis. Dengan skema ini, kompetensi teknologi dan keahlian menjadi kontribusi utama NANO.
Smart Desert bertanggung jawab menyediakan atau mengupayakan seluruh kebutuhan pendanaan proyek dan modal kerja, lahan, fasilitas, peralatan, perizinan lokal, personel, serta sumber daya operasional. Mitra Saudi tersebut juga mengatur pemasaran dan distribusi setempat. Untuk kedua proyek ini, NANO tidak berkewajiban menyetorkan dana tunai, membiayai fasilitas, menjamin pinjaman, maupun menanggung kerugian proyek.
Pelaksanaan masing-masing proyek akan ditindaklanjuti melalui koordinasi rencana bisnis dan pemasaran serta perjanjian tersendiri yang mengatur ruang lingkup, lokasi, kebutuhan teknis, dan jadwal. Realisasinya mengikuti persetujuan yang diperlukan serta ketentuan yang disepakati para pihak.
Dengan arah tersebut, NANO membawa ambisi untuk memperluas penggunaan teknologi Indonesia melalui kemitraan di Timur Tengah. Rencana anak usaha, Nano Center, dan pengembangan proyek aplikatif memberi jalur bagi hasil riset serta kepakaran Indonesia untuk memperoleh ruang komersialisasi yang lebih luas di pasar global.